Rabu, 08 Mei 2013

Coraline

Coraline  -  Neil Gaiman


"Fairy tales are more than true; not because they tell us that dragons exist, but because they tell us that dragons can be beaten".-G.K. Chesterton.


Saya tahu novel ini setelah menonton filmnya beberapa tahun lalu. Saat cari di Goodreads seperti apa cover novelnya, saya baru 'ngeh' kalau ini novel yang sempat saya incar-ingin-beli sekitar tahun 2004an. Dulu nebak-nebak saat melihat covernya, "pasti ini cerita horor", ternyata saya benar. Setelah membandingkan ternyata lebih seram novelnya daripada filmnya. Ada lagi yang membuat novel ini lebih seram daripada filmnya. Dalam novel ini Coraline seorang diri melawan "Another Mother", sementara di filmnya ia punya seorang teman cowok yang membantu.

Diceritakan Coraline Jones baru pindah disebuah Rumah Tua yang sangat besar, saking besarnya flat di atas lantai yang ditempati keluarga Coraline tinggal seorang lelaki tua dan di flat di lantai dasar di bawah keluarga Coraline tinggal dua wanita tua gemuk, Miss Spink dan Miss Forcible. 

Coraline melewatkan dua minggu pertamanya di rumah baru itu dengan menylidiki kebun dan tempat-tempat sekitarnya. Coraline selalu pergi keluar setiap hari, sampai suatu hari turun hujan dan Coraline diam di rumah saja. Kedua orang tua Coraline bekerja melakukan kegiatan di komputer dan mempunyi ruang kerja sendiri-sendiri. Mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Hari itu ayah Coraline ada di rumah. Ia minta izin keluar untuk melanjutkan penyelidikannya, namun ortunya menolak. Ayahnya menyarankan agar Coraline melanjutkan penyelidikannya di dalam flat. Ayahnya memberi kertas dan pen, "Hitung berapa jumlah pintu dan jendela di rumah ini. Tuliskan apa-apa saja yang berwarna biru. Buat ekspedisi untuk menyelidiki tangki air panas dan jangan ganggu aku supaya aku bisa bekerja".

Selama penyelidikan rumah tua itu, Coraline menemukan pintu besar, cokelat, berukir di sudut ujung ruang duduk -terkunci. Ia bertanya pada ibunya pintu itu menuju kemana, ibunya menjawab tidak kemana-mana. Coraline penasaran dan meminta ibunya membuka, setelah pintu itu dibuka menggunakan salah satu kunci paling besar, paling hitam, dan paling karatan pintu itu tidak menuju kemana-mana hanya tembok bata yang ada di baliknya.

Suatu hari saat kedua orang tuanya tak ada dirumah, karena bosan Coraline si anak-ingin-tahu-yang-tak-bisa-diam ini iseng-iseng membuka kembali pintu tak kemana-mana di ruang duduk. Namun kali inidi balik pintu tampak lorong gelap, batu batanya tak ada lagi, seolah-olah memang tak pernah ada. Setelah ia melewatinya di balik lorong itu terdapat ruang yang sama persis dengan ruang duduk flatnya.

Disana ada seorang wanita agak mirip ibunya. Hanya saja kulitnya putih seperti kertas, dia lebih jangkung dan lebih kurus, jemarinya terlalu panjang dan tidak henti-hentinya bergerak dan kuku jemarinya yang merah gelap tampak melengkung tajam, kedua matanya berupa sepasang kancing besar dan hitam!

Kamis, 28 Maret 2013

Chairul Tanjung si Anak Singkong

Chairul Tanjung Si Anak Singkong-
Tjahja Gunawan Diredja
**Spoiler Alert** Buku "Chairul Tanjung si Anak Singkong" ini bukan hanya cerita perjalan hidup pak CT dalam merintis usaha mulai nol hingga sukses. Buku biografi ini isinya lengkap mulai cita-cita dan impian beliau yang belum tercapai -yang mana Impian itu bukan untuk beliau pribadi tapi untuk Indonesia. Bagi saya pribadi, ini Sebuah motivasi dan cambuk dari pak CT untuk generasi muda Indonesia.

Dalam review ini, banyak sekali yang ingin saya rangkum setelah membacanya. Maaf jika rangkuman saya ini panjang.

Kamis, 31 Januari 2013

Negeri Van Oranje

Negeri Van Oranje
Membuka chapter pertama novel ini saya sempat berpikir, "Ah, ini novel serupa 5 cm yang penuh hal bertele-tele yang membosankan"
Setelah saya buka lembar demi lembar sayapun beranggapan lain. Daya tarik novel ini bukan dari inti cerita persahabatan lima anak manusia (Aagaban-Aliansi Amerfort GAra-gara Badai di Netherlands) di negeri Belanda tapi saya lebih tertarik pada kiat para penulis selama studi di sana. Mulai dari Kiat merokok di Belanda(h. 9); Kiat belanja(h. 65); Kiat terhindar dari salah langkah bersosialisasi dengan orang Belanda(h. 85); Kiat mencari kerja bagi pelajar(h. 129); Kegiatan murah meriah mengisi waktu luang(h. 139); Jadwal cultural Event(h. 163); Seputar sepeda dan pernak-perniknya(h. 170); Kiat menghadapi birokrasi "kompleks" di Belanda(h. 243); Trik mencari rumah/ kamar(h. 279); Berlibur di Eropa ala Eurotrip(h. 405); kiat packing(h. 415); sampai kiat jadi pelajar teladan!? hehe (h. 193).

Isi ceritanya sih biasa saja. Tentang persahabatan Lintang, Banjar. Daus, Wicak, dan Geri, dimana awal persahabatan tersebut terjalin tanpa sengaja saat mereka terkepung badai di stasiun Amersfort. Persahabatan tersebut dibumbui kisah cinta perebutan hati Lintang (nggak jauh beda dengan sinetron "kepompong" dengan setting Belanda). Selain itu novel ini terlalu banyak footnote nggak perlu!
Saya membari dua bintang untuk ceritanya dan empat bintang untuk kiat-kiatnya.

Minggu, 21 Oktober 2012

Kisah Lainnya

Kisah Lainnya
by. Noah
"Yang terucap akan lenyap, yang tercatat akan teringat"

Begitu kata pembuka pada buku biografi "Kisah Lainnya" ini. Terus terang sejak pertama kemunculan group band ini saya tidak mengikuti perkembangan lagu-lagu mereka, pun saat salah satu anggotanya keluar, saya tidak tertarik mengikuti kisahnya. Bagi saya mereka pasti seperti group band pop kebanyakan, meledak dipasaran lalu tiba-tiba menghilang. Namun itu dulu berbanding terbalik setelah saya membaca buku biografi yang satu ini. 

Ternyata seorang Nazril Irham adalah seorang seniman yang luarbiasa (terlepas dari kasus dia yang tak sesuai dengan norma agama, itu perkara lain). Dalam buku biografi ini dilengkapi juga sketsa gambar Ariel saat ditahanan. Goresan gambarnya sangat halus meskipun menggunakan bolpoin.

Salah satu yang saya suka adalah gambar pion catur 'king' yang digores dengan sangat halusnya, disampingnya bertuliskan: "KING. Bersuara, Raja Negeriku. Bersuara yang Benar!!!"

Isi selebihnya biografi perjalanan peterpan sejak belum terkenal hingga berubah nama Noah.

"Tulislah apa yang ada dalam pikiranmu sekarang, tidak harus secepatnya berguna, tapi pasti suatu hari akan berarti"

Senin, 10 September 2012

Jalan Sunyi Seorang Penulis

Jalan Sunyi Seorang Penulis
by. Muhidin M. Dahlan
Seorang yang semasa kecil Rabun membaca, Rabun menulis, dan Rabun berhitung, dengan tiga rabun itulah ia lulus dengan predikat terbaik di tiga kecamatan semasa sekolah. Dan menjadi seorang penulis dikemudian hari.

Buku ini menurut saya sangat suram isinya. Mungkin karena buku ini berdasarkan pengalaman si penulis dalam menapaki suramnya dunia kepenulisan. Si Penulis seolah bicara pada dirinya sendiri, maka tulisannya pun blak-blakan. 

Ia pun mewarning pada para penulis belia: 
"Ingat-ingatlah Kalian hai penulis-penulis belia; bila kalian memilih jalan sunyi ini maka yang kalian camkan baik-baik adalah terus membaca, terus menulis, terus bekerja, dan bersiap hidup miskin. Bila empat jalan itu kalian terima dengan lapang dada sebagai jalan idup, niscaya kalian tak akan berpikir untuk bunuh diri secepatnya"

Senin, 21 Mei 2012

Jentera Lepas

Jentera Lepas
by. Ashadi Siregar
Well, novel ini konflik nya terlalu "seram". Hampir kesemuanya sama (terutama tokoh wanita miskin) karena himpitan ekonomi, rata-rata berujung pada menjual diri.

Pada bab pertama saya suka dengan bahasa penulis yang runtun, makin lama konflik semakin banyak malah semakin rumit. Saya membaca dari satu ke bab selanjutnya membuat otak saya seperti benang kusut. Semua ending menggantung. but, i liked it...

Jumat, 18 Mei 2012

Godlob

GODLOB
by. Danarto
Membaca kumpulan cerita pendek karya Danarto ini membuat saya gila. Betul-betul pusing saya dibuatnya. 

Dalam cerita Godlob, seorang ayah tega membunuh anaknya demi mendapatkan gelar pahlawan untuk sang anak. Atau cerita Salome dalam Asmaradana yang bercita-cita melihat wajah Tuhan. Hanya satu yaitu cerita pendek Abrakadabra paragraf pertama yang menurut saya pesannya sangat mengena,

"Jika itu sabda Tuhan, suruhlah batu menggoyangkannya. Jika itu kebenaran, suruhlah pohon menyanyikannya. Jika itu kata bertuah, suruhlah binatang menuliskannya. Jika itu roh, suruhlah manusia membikinnya. Biarlah tahta terhampar dan perdana mentri bersujud, jika angin tak berhembus, niscaya udara di kamar pengap juga. Biarlah lari kuda menyibak di antara obor dan anjing-anjing menyalak, jika tak ada binatang buruan apa mau dikata. hujan pagi hari, enak bagi pegawai. Hujan sore hari, enak bagi pengantin baru. Hujan malam hari, enak bagi maling. Soalnya, jika batu bisa menggoyangkannya, jika pohon menyanyikannya, jika binatang menuliskannya, jika kita sanggup membikin segala-galanya, apa jadinya nanti. Semuanya bakal tersedia. Kita tidak bakal menunggu untuk hal-hal yang kita mampu."

Minggu, 17 Oktober 2010

Anne Frank (The Diary of Anne Frank)

The Diary of a Young Girl
by. Anne Frank
Anne Frank seorang gadis yahudi pemberani yang menulis buku harian dalam persembunyian “Secret Annex” selama Perang Dunia II. Anne menulis catatan harian sejak 12 Juni 1942. Semula ia hanya menulis untuk dirinya sendiri hingga suatu ketika pada 1944 ia mendengar sebuah stasiun radio di London menyiarkan pidato Gerrit Balkestein, seorang pejabat pemerintah Belanda yanghidup di pengasingan. Dalam pidato itu Gerrit Balkestein berniat mengumpulkan berbagai catatan saksi sejarah penderitaan rakyat Belanda semasa penjajahan Jerman.

Terakhir kali Anne menulis buku hariannya pada 1 Agustus 1944. Selang tiga hari kemudian (4 Agustus 1944) Anne beserta tujuh orang yang bersembunyi di Secret Annex ditangkap. Anne dipindahkan dari Auschwitz dan dibawa ke Belgen-Belsen, kamp kosentrasi dekat Hannover (Jerman). Epidemi Tifus yang menyebar di musim hujan antara 1944-1945, sebagai akibatnya kondisi kesehatan yang menghebohkan, menewaskan ribuan tahanan, termasuk AnneAnneFrank meninggal tahun 1945 pada usia 15 tahun. Ia mungkin meninggal akhir Februari atau awal Maret. Mayatnya dibuang di pemakaman umum Belgen-Belsen. Kamp tersebut dibebaskan oleh pasukan Inggris pada 12 April 1945.

Otto Frank (ayah Anne) adalah satu-satunya dari delapan orang “Anex” yang bertahan hidup di kamp kosentrasi. Setelah Auschwitz dibebaskan pasukan Rusia, ia kembali ke Amsterdam. tiba di Amsterdam pada 3 Juni 1945, menetap disana sampai 1953, lalu pindah ke Basel (Switzerland). Sampai ajal menjemputnya pada 19 Agustus 1980, Otto Frank meneruskan hidupnya di Birsfelden, kawasan luar Basel, di situ ia mengabdikan diri untuk berbagi pesan-pesan diari putrinya dengan orang-orang di seluruh dunia.

Jumat, 28 Agustus 2009

Andy's Corner: Kumpulan Curahan Hati Andy F. Noya

Andy's Corner
by. Andy F. Noya
Sebuah buku kecil yang penuh dengan inspirasi dan motivasi dari curahan hati seorang Andy F. Noya. 
Bagian yang paling saya suka pada bab Buku (h. 27). Berikut saya kutip sekelumit curahan hati Andy F. Noya pada paragraf pertama dan akhir.
Saat menulis Andy's Corner ini, saya sedang berada di sebuah kafe di sudut toko buku Borders Sidney Australia. Kafe yang tidak begitu luas itu terasa hangat dan menyenangkan. Pengunjung ada yang sibuk ngobrol, tapi lebih banyak yang asyik membaca. Saya betul-betul menikmati "oase", ditengah hiruk pikuk kota Sidney, sore itu.

Karena itu, gairah saya meledak-ledak . Melihat orang-orang yang sedang asyik membaca membuat semangat saya kembali menyala-nyala. Suatu hari nanti, saya bermimpi, di setiap sudut kota, di setiap desa, di setiap kampung di Indonesia, saya melihat orang-orang yang sedang asyik membaca. Tidak peduli tua atau muda. Tidak peduli kaya atau miskin. Mereka membaca

Saya berharap budaya membaca semakin meningkat di Indonesia. Semoga!

Rabu, 19 Agustus 2009

Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
by. Netty Virgiantini
Saya kaget ketika ke toko buku mengetahui Jodoh Terakhirdinovelkan. Saya baca novel ini saat terbit sebagai Cerita Bersambung di tabloid Nyata. Saat itu cerita ini jadi salah satu pemenang di sayembara cerbung Nyata. Saya mengikuti ceritanya dari awal hingga akhir (bahkan saya kliping -tapi lupa taruh dimana, duh!)

Ceritanya simpel banget dan mudah ketebak kalo endingnya bakal nikah sama siapa (saya merasa kok novel ini seperti curhatan si penulis ya, hehehe). Inti Ceritanya ada seorang perempuan yang diburu-buru nikah oleh kedua orang tuanya karena sudah cukup umur. Dari situlah konflik batin terjadi.

Antara suka nggak suka dengan novel ini (anehnya dulu sampai dikliping segala :p). Tapi paling tidak ada pelajaran yang dipetik, jangan sampailah menemukan jodoh di usia kepala empat. Oiya, dulu dalam cerbung yang saya baca, Neyna mempunyai persewaan buku -nggak tahu apa dalam novel ini juga demikian. Unik juga pekerjaan yang penulis angkat, disaat novel-novel lain bercerita tentang pekerjaan pemilik resto atau cafe, dalam cerita ini karakter utamanya mengelola taman bacaan :)