![]() |
| Padang Bulan by. Andrea Hirata |
Karena mulutku cerewet, Syahdan menjelaskan---sambil malas-malasan---bahwa ulang tahun adalah acara untuk memperingati arwah seorang pencipta lagu. Arwah gentayangan itu---katanya acuh tak acuh---baru bisa disuruh pulang ke alam baka setelah diberi kue yang di atasnya dipasangi lilin merah dan lagi ciptaannya dinyanyikan bersama-sama. Borek, yang berotot dan selalu ngotot---meskipun selalu salah---langsung mendebat Syahdan. Katanya, ulang tahun justru acara untuk menghormati arwah pencipta kue bertingkat-tingkat dan lilin merah bernomor itu. Syahdan tersinggung.
“Dari mana kau dapat kabar bohong itu!?”
Borek tergagap-gagap, karena tadi jelas ia hanya mengarang-ngarang, namun ia tak mau kalah. Ia mencoba memojokkan Syahdan.
“Kalau begitu, mengapa hanya orang Tionghoa yang merayakan ulang tahun, kita tidak?!”
Syahdan bangkit.
“Sebab pencipta lagu itu berasal dari Taiwan!”
“Na! itu baru bohong. Dia bukan orang Taiwan, dia adalah orang Madagaskar! Kalau kau mau tahu!”









