Senin, 10 September 2012

Jalan Sunyi Seorang Penulis

Jalan Sunyi Seorang Penulis
by. Muhidin M. Dahlan
Seorang yang semasa kecil Rabun membaca, Rabun menulis, dan Rabun berhitung, dengan tiga rabun itulah ia lulus dengan predikat terbaik di tiga kecamatan semasa sekolah. Dan menjadi seorang penulis dikemudian hari.

Buku ini menurut saya sangat suram isinya. Mungkin karena buku ini berdasarkan pengalaman si penulis dalam menapaki suramnya dunia kepenulisan. Si Penulis seolah bicara pada dirinya sendiri, maka tulisannya pun blak-blakan. 

Ia pun mewarning pada para penulis belia: 
"Ingat-ingatlah Kalian hai penulis-penulis belia; bila kalian memilih jalan sunyi ini maka yang kalian camkan baik-baik adalah terus membaca, terus menulis, terus bekerja, dan bersiap hidup miskin. Bila empat jalan itu kalian terima dengan lapang dada sebagai jalan idup, niscaya kalian tak akan berpikir untuk bunuh diri secepatnya"

Senin, 21 Mei 2012

Jentera Lepas

Jentera Lepas
by. Ashadi Siregar
Well, novel ini konflik nya terlalu "seram". Hampir kesemuanya sama (terutama tokoh wanita miskin) karena himpitan ekonomi, rata-rata berujung pada menjual diri.

Pada bab pertama saya suka dengan bahasa penulis yang runtun, makin lama konflik semakin banyak malah semakin rumit. Saya membaca dari satu ke bab selanjutnya membuat otak saya seperti benang kusut. Semua ending menggantung. but, i liked it...

Jumat, 18 Mei 2012

Godlob

GODLOB
by. Danarto
Membaca kumpulan cerita pendek karya Danarto ini membuat saya gila. Betul-betul pusing saya dibuatnya. 

Dalam cerita Godlob, seorang ayah tega membunuh anaknya demi mendapatkan gelar pahlawan untuk sang anak. Atau cerita Salome dalam Asmaradana yang bercita-cita melihat wajah Tuhan. Hanya satu yaitu cerita pendek Abrakadabra paragraf pertama yang menurut saya pesannya sangat mengena,

"Jika itu sabda Tuhan, suruhlah batu menggoyangkannya. Jika itu kebenaran, suruhlah pohon menyanyikannya. Jika itu kata bertuah, suruhlah binatang menuliskannya. Jika itu roh, suruhlah manusia membikinnya. Biarlah tahta terhampar dan perdana mentri bersujud, jika angin tak berhembus, niscaya udara di kamar pengap juga. Biarlah lari kuda menyibak di antara obor dan anjing-anjing menyalak, jika tak ada binatang buruan apa mau dikata. hujan pagi hari, enak bagi pegawai. Hujan sore hari, enak bagi pengantin baru. Hujan malam hari, enak bagi maling. Soalnya, jika batu bisa menggoyangkannya, jika pohon menyanyikannya, jika binatang menuliskannya, jika kita sanggup membikin segala-galanya, apa jadinya nanti. Semuanya bakal tersedia. Kita tidak bakal menunggu untuk hal-hal yang kita mampu."

Minggu, 17 Oktober 2010

Anne Frank (The Diary of Anne Frank)

The Diary of a Young Girl
by. Anne Frank
Anne Frank seorang gadis yahudi pemberani yang menulis buku harian dalam persembunyian “Secret Annex” selama Perang Dunia II. Anne menulis catatan harian sejak 12 Juni 1942. Semula ia hanya menulis untuk dirinya sendiri hingga suatu ketika pada 1944 ia mendengar sebuah stasiun radio di London menyiarkan pidato Gerrit Balkestein, seorang pejabat pemerintah Belanda yanghidup di pengasingan. Dalam pidato itu Gerrit Balkestein berniat mengumpulkan berbagai catatan saksi sejarah penderitaan rakyat Belanda semasa penjajahan Jerman.

Terakhir kali Anne menulis buku hariannya pada 1 Agustus 1944. Selang tiga hari kemudian (4 Agustus 1944) Anne beserta tujuh orang yang bersembunyi di Secret Annex ditangkap. Anne dipindahkan dari Auschwitz dan dibawa ke Belgen-Belsen, kamp kosentrasi dekat Hannover (Jerman). Epidemi Tifus yang menyebar di musim hujan antara 1944-1945, sebagai akibatnya kondisi kesehatan yang menghebohkan, menewaskan ribuan tahanan, termasuk AnneAnneFrank meninggal tahun 1945 pada usia 15 tahun. Ia mungkin meninggal akhir Februari atau awal Maret. Mayatnya dibuang di pemakaman umum Belgen-Belsen. Kamp tersebut dibebaskan oleh pasukan Inggris pada 12 April 1945.

Otto Frank (ayah Anne) adalah satu-satunya dari delapan orang “Anex” yang bertahan hidup di kamp kosentrasi. Setelah Auschwitz dibebaskan pasukan Rusia, ia kembali ke Amsterdam. tiba di Amsterdam pada 3 Juni 1945, menetap disana sampai 1953, lalu pindah ke Basel (Switzerland). Sampai ajal menjemputnya pada 19 Agustus 1980, Otto Frank meneruskan hidupnya di Birsfelden, kawasan luar Basel, di situ ia mengabdikan diri untuk berbagi pesan-pesan diari putrinya dengan orang-orang di seluruh dunia.

Jumat, 28 Agustus 2009

Andy's Corner: Kumpulan Curahan Hati Andy F. Noya

Andy's Corner
by. Andy F. Noya
Sebuah buku kecil yang penuh dengan inspirasi dan motivasi dari curahan hati seorang Andy F. Noya. 
Bagian yang paling saya suka pada bab Buku (h. 27). Berikut saya kutip sekelumit curahan hati Andy F. Noya pada paragraf pertama dan akhir.
Saat menulis Andy's Corner ini, saya sedang berada di sebuah kafe di sudut toko buku Borders Sidney Australia. Kafe yang tidak begitu luas itu terasa hangat dan menyenangkan. Pengunjung ada yang sibuk ngobrol, tapi lebih banyak yang asyik membaca. Saya betul-betul menikmati "oase", ditengah hiruk pikuk kota Sidney, sore itu.

Karena itu, gairah saya meledak-ledak . Melihat orang-orang yang sedang asyik membaca membuat semangat saya kembali menyala-nyala. Suatu hari nanti, saya bermimpi, di setiap sudut kota, di setiap desa, di setiap kampung di Indonesia, saya melihat orang-orang yang sedang asyik membaca. Tidak peduli tua atau muda. Tidak peduli kaya atau miskin. Mereka membaca

Saya berharap budaya membaca semakin meningkat di Indonesia. Semoga!

Rabu, 19 Agustus 2009

Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
by. Netty Virgiantini
Saya kaget ketika ke toko buku mengetahui Jodoh Terakhirdinovelkan. Saya baca novel ini saat terbit sebagai Cerita Bersambung di tabloid Nyata. Saat itu cerita ini jadi salah satu pemenang di sayembara cerbung Nyata. Saya mengikuti ceritanya dari awal hingga akhir (bahkan saya kliping -tapi lupa taruh dimana, duh!)

Ceritanya simpel banget dan mudah ketebak kalo endingnya bakal nikah sama siapa (saya merasa kok novel ini seperti curhatan si penulis ya, hehehe). Inti Ceritanya ada seorang perempuan yang diburu-buru nikah oleh kedua orang tuanya karena sudah cukup umur. Dari situlah konflik batin terjadi.

Antara suka nggak suka dengan novel ini (anehnya dulu sampai dikliping segala :p). Tapi paling tidak ada pelajaran yang dipetik, jangan sampailah menemukan jodoh di usia kepala empat. Oiya, dulu dalam cerbung yang saya baca, Neyna mempunyai persewaan buku -nggak tahu apa dalam novel ini juga demikian. Unik juga pekerjaan yang penulis angkat, disaat novel-novel lain bercerita tentang pekerjaan pemilik resto atau cafe, dalam cerita ini karakter utamanya mengelola taman bacaan :)

Kamis, 16 Juli 2009

The Girl Who Loved Tom Gordon

The Girl Who Loved Tom Gordon
by. Stephen King
Saya akui, Stephen King memang jagonya dalam menulis cerita menegangkan. Awalnya saya bingung apa hubungannya Gadis Pecinta Tom Gordon dengan cerita seorang gadis kecil yang tersesat di hutan?

Ternyata cerita tentang gadis sembilan tahun, Patricia McFarland, ia tersesat di hutan pada saat pendakian bersama ibu dan kakaknya di Appalachian Trail kawasan Castle County. Saat itu Trisha (Patricia) yang ingin buang air kecil memisahkan diri dari ibu dan kakaknya yang asyik bertengkar mulut. Ia terlalu jauh masuk hutan -untuk sekedar buang air kecil- saat hendak kembali ke jalan setapak ia malah semakin masuk ke barat hutan (pada bagian ini saya sebal pada ibunya yang asyik berdebat dan kakak yang selalu mengeluh).

Pengalaman Trisha selama tersesat menegangkan dan alurnya lambat sekali, membuat saya gemas dan penasaran! Selama tersesat sepuluh hari itu Trisha berkhayal ditemani dengan Tom Gordon (atlet softball favoritnya dari tim Red Sox).

Pada akhir buku, King menuliskan bahwa "Tom Gordon yang sebenarnya memang ada, memang benar-benar melempar bola dalam peranan sebagai penutup pertandingan untuk Boston Red Sox, tapi Gordon dalam kisah ini hanya fiktif. Dalam salah satu hal Gordon yang sebenarnya dan Gordon versi Trisha memiliki persamaan: Keduanya menunjuk ke langit setelah berhasil mendapatkan savedi akhir pertandingan.

Tanaman yang dimakan Trisha untuk bertahan hidup bisa ditemukan di hutan sebelah utara New England di akhir musim semi; seandainya ia bukan gadis kota, ia mungkin menemukan lebih banyak lagi persediaan makanan -lebih banyak kacang-kacangan, akar-akaran, bahkan cattail.
Hutannya sendiri memang nyata. Seandainya kau sempat mengunjunginya dalam liburan, bawa kompas, bawa peta yang bagus... dan cobalah untuk tetap berada di jalan setapak
."

Selasa, 23 Juni 2009

Atap

"Clouds beyond clouds above me.
Winds beyond winds below.
Nothing near can blow me, if I choose to fly and go"

Seri ke tiga dalam trilogi Jendela-Pintu-Atap. Dalam novel ini June dan Bowo (kakak june) saling curhat. Jika di Jendela-jendela pemeran utamanya June dan Pintu pemeran utamanya Bowo, maka dalam novel ke tiga ini keduanya.

Dalam novel Atap ini, nuansa kejawen dan hal-hal mistis sangat terasa. Terutama pada Bowo. Bowo yang dapat melihat aura manusia (karena ditunjang ikut latihan Perana dan Reiki, sebuah ilmu tenaga dalam), saat di Houston Texas tanpa sengaja berjumpa dengan Menewa seorang keturunan suku Apache yang sedang mendongeng di sebuah taman-Hermann Park. Menewa memberi Bowo sebuah Tomahawk milik leluhurnya, Geronimo, yang mengamanatkan bahwa Tomahawk tersebut diberikan kepada orang asia yang berusaha menelaah Menewa. Saya suka bagian ini, Fira Basuki mendongeng tentang suku Apache (kebetulan saya penasaran dengan hal-hal yang berbau suku Indian. h-48). Dengan mata ketiga nya pula, Bowo memiliki kawan "dunia lain", si Jeliteng (terus terang saya malas baca bagian ini).

Novel Atap juga membahas tentang filosofis arsitektur Jawa dan Fengshui China (ini salah satu alasan kenapa saya membeli novel ini pas jaman kuliah, karena nyambung dengan kuliah saya). Dalam novel ini juga banyak membahas bisnis yang kala itu otak saya belum nyambung perihal ekonomi-bisnis.

Karakter June yang tidak tegas masih tetap di novel ini. June memang jenis orang yang suka cari masalah, menurut saya. Disaat rumah tangganya dengan Jigme adem-ayem, ia malah mendapat kartu hijau berlibur seorang diri ke Kansas, tempat masa lalu ia kuliah. Di negeri paman Sam itu setan-setan menggoda June, mulai dari Alice (orang tua angkat June saat studi) menyarankan: "follow the yellow brick road" (mean: follow your heart -the wizard of oz), sementara West (pemilik kedai) menyarankan berjumpa dengan Aji Saka, "When a man loves women, he would wait". Maka June pun mencari Aji Saka melalui google.

Dalam novel Atap ini, masalah-masalah kompleks dalam keluarga June-Bowo digeber tuntas. Mulai dari perselingkuhan June dengan Aji Saka, Pertemuan terakhir dengan Dean Sahi yang terputus akibat ulah June berselingkuh dengan sahabat suaminya itu, Keputusan Bowo beristri dua, sampai kegalauan ibu June-Bowo yang gemar keluar masuk kamar operasi untuk mengencangkan bagian tubuh "kendor" saking takutnya sang suami berselingkuh.

Akhir dari trilogi ini, semuanya kembali ke jati diri masing-masing, ke rumah masing-masing.
"Home, itu dimana kamu merasa paling aman dan nyaman apapun yang terjadi.
Home, dimana kamu mendapat ketenangan jiwa. Terkadang tidak harus bersama orang yang kita cintai. Terkadang hanya diri kita sendiri dan perasaan tenang"

Seperti kata L. Frank Baum dalam the Wizard of Oz, "No Place Like Home".

Senin, 20 April 2009

Twilight (Twilight Saga #1)

Twilight
by. Stephenie Meyer
Ternyata tidak sebagus yang saya bayangkan (awalnya saya pikir se-seru Novel Harry Potter). Penggalian info tentang Vampire terlalu dangkal, hanya berpusat pada daya khayal pengarang. Alur ceritanya lambat, bertele-tele, dan sering mengulang kata (Mungkin ini pengaruh juga dari sang penerjemah yang kurang pandai mengolah kata).

Inti cerita hanya berpusat pada Edward Cullen “Sang vampire” yang selalu digambarkan berwajah Sempurna (padahal pemeran dalam movie tak sesempurna itu kan?). Dan percakapan dari hati ke hati antara Edward Cullen dan Issabella Swan -monoton- seputar itu-itu saja. Pada kisah (seharusnya) SERU, pertarungan antara Edward vs James (vampire yang tergiur oleh aroma Issabella dan memburunya). Tidak digambarkan dengan gamblang, terpotong begitu saja ketika Issabella pingsan (Ught! Padahal saya penasaran bagaimana perkelahian vampire terjadi).

Inti novel ini hanya ingin menonjolkan kisah Romantis antara Edward dan Bella. Tapi penggalian kisah romantisnya masih sangat kurang jika dibanding Novel Romantis luar lainnya.

Sabtu, 18 April 2009

The Naked Traveler

The Naked Traveler
by. Trinity
Buku ini berisi catatan seorang backpacker wanita Indonesia keliling dunia. Isinya bukan perjalanan melulu / kumpulan foto / budget untuk traveling (seperti blog traveling orang Indonesia kebanyakan). Tapi lebih pada cerita pengalaman seru dan tips traveling sang penulis. Lucu-lucu judul ceritanya (Kumbang, Pantat dan Kentut; Hotel Kelebihan Bintang; Sandal Jepit Pejabat) – Judul judul lucu begini mengingatkan pada Novel Lupus yang sering saya baca saat SD dan SMP.

Atau halaman favorit saya “Pulau Indah Terjajah” (Pernah dengar pulau Cubadak? Terletak di Sumatera Barat, perjalanan dari Padang dapat ditempuh 2,5 Jam naik mobil ke arah selatan & 10 menit naik speedboat. Atau Pulau Gangga? Terletak di Sulawesi Utara 2 Jam naik mobil dari Manado & sejam naik speedboat. Atau Pulau Manyawakan? Salah satu pulau di kepulauan Karimunjawa; Pulau Moyo di Sumbawa; Pulau Wainaratua di Kalimantan Timur; Raja Ampat di papua – yang sayangnya – pulau pulau tersebut dimiliki / dikelola oleh orang asing…